SPOILER WARNING
Akan membahas terkait inti cerita sampai akhir
Akhirnya nonton juga satu anime movie buatan Makoto Shinkai, sang maha agung yang juga membuat movie Kimi no Nawa/Your Name (君の名は). Kusendiri sebenarnya belum nonton Kimi no Nawa karena tak sempat dan kontroversialnya.....membuat ragu untuk nonton. Yak mari dibahas dari karakter-karakter yang ada di Weathering With You:1. Hodaka Morishima
Seorang laki-laki berumur 16 tahun yang kabur dari kampung halamannya dengan alasan sesak berada disana (alasannya agak meh ya, pengen tau detail mengapa dia bener2 kabur). Perkiraan sih karena kampung halamannya hanya pulau kecil, membosankan, dan tidak memiliki arti besar jika terus disana. Pembawaan karakternya sangat polos dan terlalu gegabah saat bertindak, dilihat dari dia menyimpan pistol dan mengancam ke salah satu host man. Namun sifatnya yang pekerja keras dan terus membawakan kesenangan pada sekelilingnya cukup menyegarkan. Perannya di awal sangat ketutupan dengan Hina dan merasa dia tak begitu menonjol sampai bagian klimaks, dia menjadi penting.
2. Hina Amano
Seorang perempuan berumur 18 tahun (tapi bohong hahaha), aslinya berumur 15 tahun. Bersikap tangguh, kuat namun bertanggung jawab. Menyadari Hodaka kabur dari rumah, dia berbohong soal umurnya dan berkeinginan mendampingi Hodaka terutama tindakan gegabahnya yang kabur dari rumah serta membawanya pergi dari host man tanpa mendengar alasannya. Dia pun juga harus bertanggung jawab atas adiknya dan ingin menjaganya, tumbuh bersama walaupun ibunya telah tiada. Hina mendapatkan kekuatannya sebagai "Hare Onna" (Sunshine Girl) saat berdoa di kuil di gedung kosong, kekuatan doanya sangat tulus sehingga dewa memberikan kekuatan kepadanya dan menjadi "Hare Onna". Dialah peran utama dan sangat menonjol dibandingkan Hodaka diawal-awal, rasanya lebih bersimpati pada Hina dibandingkan Hodaka (iyalah)
3. Keisuke Suga
Seorang laki-laki yang menyelamatkan Hodaka sebelum jatuh ke laut, dia memberikan pekerjaan dan rumah sementara untuk Hodaka. Suga adalah orang yang tidak tegaan, iapun menolong Hodaka karena ia merasa sangat persis dengannya sewaktu kecil (sama-sama kabur dari rumah). Suga selalu keliatan santai, tegas (hanya pada Hodaka), dan selalu kabur dari masalah. Namun sikapnya ini terjadi atas meninggal istrinya, Asuka. Kecelakaan mobil pun terjadi dan meninggalkan Suga dengan anaknya, Moka. Nenek Moka merasa Suga tidak sanggup merawat Moka dan mengambil hak asuh anak Moka, merawatnya dan berusaha agar Moka tidak bertemu bapaknya. Kesedihan Suga sangat mengalir walaupun hanya sepotong kecil tapi dapat bersimpati dengan keadaannya hingga akhir film dia telah beranjak dengan baik dan dapat bertemu dengan Moka cukup sering.
4. Natsumi
Serorang wanita pengangguran dan sempat disangka wanita simpanan Suga oleh Hodaka yang ternyata dia adalah sepupu Suga sendiri. Dia sering membantu pekerjaan rumah untuk Suga dan menjadikan tempat nongkrongnya selama proses mencari kerja. Dia digambarkan periang, menyenangkan, dan bersikap seperti ibu saat memarahi Suga. Pembawaan karakternya sangat nyaman dan membuat ku senang atas sikapnya, sifat dan tindakannya selama cerita berlangsung. Paling seru saat dia marah-marah sendiri saat gagal mendapatkat pekerjaan (relateable) dan saat mengantarkan Hodaka serta kabur dari polisi.
5. Nagi Amano
Adik dari Hina sendiri, anak SD yang flirty dan nampaknya playboy. Anak yang menyenangkan, menyemangati Hina dan Hodaka. Menginginkan kebahagiaan kakaknya dibandingkan yang lain, karena kakaknya harus bekerja untuknya dan dia tidak bisa apa-apa karena dia hanyalah anak kecil. Peran kecil namun sangat mendukung perasaan Hodaka akan menyukai kakaknya, Hina.
KU BERUSAHA BUAT GK KRITIS TPI JADINYA KRITIS DAN MULAI MENIKMATI SAAT PERTENGAHAN FILM AHAHAHAH (iya keknya jadi elitist udah)
Ini film sebenarnya menyegarkan secara animasi, enak sekali untuk dipandang tapi secara cerita rasanya apa-apa nanggung. Alasan Hodaka kabur, Suga ama Natsumi gimana selanjutnya, Hina dan Nagi selama proses setahunnya....... rasanya nanggung banget.
Diantara semua karakter disini kujuga lebih suka Natsumi dan Hina, sangat menonjol dan memberikan rasa tawa segar pada cerita. Untuk konsep inti cerita dari "Hare Onna", "Sacrificial for God" dan bumi yang mau kiamat sebenarnya cukup menyinggung keadaan bumi kita yang sudah kacau balau, cuaca dan iklim gak menentu. Terkait "Sacrificial for God" atau tumbal untuk dewa ini sangat spiritual dan memegang tradisi lama Jepang itu sendiri.
Tumbal bagi para dewa ini umum terjadi pada dahulu kala sebagai persembahan pada dewa, menunjukkan kehormatan kita pada dewa serta permohonan akan pengampunan dan pengabulan. Biasanya meminta hujan, kesembuhan dari wabah penyakit, memohon panen bagus, dan lain-lain. Biasanya tumbal adalah seorang gadis yang dijauhkan dari orang-orang sembarang, diagungkan agar menimbulkan rasa tanggung jawab bagi si tumbal. Hal ini tidak menimbulkan rasa simpati dan menjalankan ritual, satu orang dikorbankan untuk kebaikan banyak orang. Tentunya cerita-cerita seperti inilah sangat menyakitkan akan keinginan untuk kesalamatan satu orang atau untuk banyak orang, semuanya terlihat egois dilihat manapun bukan?
KU BERUSAHA BUAT GK KRITIS TPI JADINYA KRITIS DAN MULAI MENIKMATI SAAT PERTENGAHAN FILM AHAHAHAH (iya keknya jadi elitist udah)
Ini film sebenarnya menyegarkan secara animasi, enak sekali untuk dipandang tapi secara cerita rasanya apa-apa nanggung. Alasan Hodaka kabur, Suga ama Natsumi gimana selanjutnya, Hina dan Nagi selama proses setahunnya....... rasanya nanggung banget.
Diantara semua karakter disini kujuga lebih suka Natsumi dan Hina, sangat menonjol dan memberikan rasa tawa segar pada cerita. Untuk konsep inti cerita dari "Hare Onna", "Sacrificial for God" dan bumi yang mau kiamat sebenarnya cukup menyinggung keadaan bumi kita yang sudah kacau balau, cuaca dan iklim gak menentu. Terkait "Sacrificial for God" atau tumbal untuk dewa ini sangat spiritual dan memegang tradisi lama Jepang itu sendiri.
Tumbal bagi para dewa ini umum terjadi pada dahulu kala sebagai persembahan pada dewa, menunjukkan kehormatan kita pada dewa serta permohonan akan pengampunan dan pengabulan. Biasanya meminta hujan, kesembuhan dari wabah penyakit, memohon panen bagus, dan lain-lain. Biasanya tumbal adalah seorang gadis yang dijauhkan dari orang-orang sembarang, diagungkan agar menimbulkan rasa tanggung jawab bagi si tumbal. Hal ini tidak menimbulkan rasa simpati dan menjalankan ritual, satu orang dikorbankan untuk kebaikan banyak orang. Tentunya cerita-cerita seperti inilah sangat menyakitkan akan keinginan untuk kesalamatan satu orang atau untuk banyak orang, semuanya terlihat egois dilihat manapun bukan?
Ini memberikan rasa konflik dan kuyakin banyak yang marah pada Hodaka karena menyelamatkan Hina yang berakibat pada tenggelamnya Tokyo sampai setengahnya. Akupun juga dalam konflik apakah harus mengorbankan Hina atau tidak, namun semua berubah saat Hodaka bilang "Biarkan cuaca menggila". Rasanya apa yang dikatakan Hodaka benar, lagipula cuaca menggila sedari awal sudah ulah manusia keseluruhan jadi kurasa dengan Tokyo tenggelam setengahnya adalah akibat manusia dan tentunya setimpal dibandingkan menumbal Hina, seorang diri yang harus memikul tanggung jawab demi kebaikan seluruh manusia padahal semuanya terlibat akan kegilaan, kerusakan bumi sehingga dewa-dewa murka.
Pada akhirnya aku menerima ending akan hampir tenggelamnya Tokyo dan Hina yang hidup kembali, bahagia bersama Hodaka dan Nagi namun seandainya diakhir ku dapat melihat proses perjalanan Suga, Natsumi, Hina dan Nagi sembari menunggu masa percobaan Hodaka....
Sekian dari tulisan ramblingku! Aku gak bisa bilang ini review karena lebih ingin membahas aspek konsep tumbalnya ehhehe, terima kasih telah membaca!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar