Jumat, 23 Agustus 2019

Crucial 20s

Berumur 20 tahun dengan menjadi lulusan D3 univ ternama, sekiranya mungkin suatu hal yang membanggakan karena :
  1. Lulus tepat waktu
  2. IPK diatas 3
  3. Lulus dari univ negeri ternama
Tapi tak kurasakan rasa membanggakan itu di dalam hatiku. Hati dan pikiran merasakan bahwa dengan memegang gelar ini dan nama universitas hanyalah memberikan beban yang berat pada diri sendirid dengan ekspetasi orang-orang.


"Wah dia lulusan Univ ini, pasti pinter dan beretika"  

"Skillnya pasti oke untuk bekerja"

"Sombong nih pasti ni anak, katanya anak-anak Univ ini suka pamer"

"Hidupnya enak karena mudah dapet koneksi"

"Bersikaplah seperti lulusan orang pinter"


Tidak bisa......
yang kurasakan hanyalah beban. Semua ini bohong, aku tidak menggambarkan seperti apa yang kalian ekspetasikan. Aku hanya manusia yang masih banyak kekurangan, aku telah banyak melakukan hal-hal tidak penting saat masa kuliah.

Selama kuliah aku banyak santai, tidak mencoba mendalami hobbiku, tidak mencoba banyak organisasi, dan tidak mengeksplorisasi hal baru. Aku sangat takut dengan hal baru tapi kujuga terisolasi dengan keadaan rumah. Dimana aku harus pulang setiap seminggu sekali, tidak adanya kebebasan untuk melakukan hal yang kusuka. Kegiatan pun kebanyakan diadakan pada hari sabtu dan minggu tapi aku harus pulang dan melakukan pekerjaan rumah.

Kebebasanku direnggut, aku hanya bisa marah sepanjang di rumah, terus-terusan berantem dengan orangtua karena tidak ada kebebasan. Aku dituduh banyak jalan-jalan dan melakukan hal tidak berguna, atas tuduhan ini akupun semakin malas melakukan kegiatan yang menghabiskan waktu karena kalau ujungnya saja aku terhalang oleh keinginanan orangtua untuk pulang ke rumah dibandingkan melakukan kegiataan perkuliahan. Iya, aku lemah tidak berani mencoba hal baru dan terus menyalahkan keadaanku dengan orang tua tapi alasanku untuk manut pada mereka hanyalah mencari aman untuk tidak dihina, dikata-katai tidak senonoh.

"Bodoh"

"Tidak Berguna"

"Tolol"

"Tidak tau diuntung"

"Anak durhaka"


Orang mana yang sakit hati dikata-katai seperti itu? Ragu untuk menentukan yang diinginkan ?
Aku hanya bisa terus berlari, mencoba menenangkan diri, menyenangkan diri dengan hal-hal menyenangkan seperti bermain ke timezone, kumpul bersama teman, sesekali bolos untuk menenangkan diri (tentunya tidak melebihi jatah bolos). Namun, hal itu membuatku senang. Saat aku tinggal di kossan, aku merasakan kebebasan yang cukup, tidak diatur-atur, tidak ada yang menilai salah dan benar (walaupun masih ada teman hanya lebih lembut dan aku lebih mau mendengar). 

Semua sudah berlalu dan yang kulakukan hanya bisa terus-terusan menyesal. Menjadi manusia yang tidak berkembang, Emosi yang tidak stabil, EQ rendah, dan pesimis akan semua keadaan. Umurku sudah 21 tahun dan masih proses mencari kerja dengan rencana kuliah S1 tahun 2020.

Tapi....jika aku masih bisa berjuang, melepas rasa malas dan pesimisku, aku ingin sekali kuliah di jepang. Menjalani hidup yang lebih mandiri dan jauh dari rumah tanpa banyak intervensi, ya kebebasan terbesar. Jika aku mau dan kemauan besar, pasti bisa bukan?

Ku akan terus butuh dukungan teman-teman terdekatku.
Menyadari bahwa aku harus berjuang
Tidak boleh menyerah
Mencoba berbagai kesempatan untuk menggapai yang kuinginkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar