Rabu, 22 April 2026

Early 2026

Sudah di akhir april ini, aku merasa jalan di tempat kembali setelah resign dari kerjaan sebelumnya. Mengapa resign dari kerjaan sebelumnya padahal sekarang sedang masa sulit?. Bahkan seluruh dunia juga tidak baik-baik saja terutama dari perang yang diperbuat oleh bagian negara pemerintah yang sangat merasa dirinya HEBAT! <<sarkasme>>

Kurang lebih kehidupan kerjaan sebelumnya

Gambaran kerjaan sebelumnya seperti yang di gambar, (Lucy Yamagami, Servant x Service). Pekerjaan pertama yang sangat proper atau tertata baik dari segi profesionalitas kantor serta fasilitas yang diberikan oleh pihak kantor. Tapi jika diutarakan, pekerjaan yang biasa diterima oleh semua orang yakni, Customer Service Call. Kerjaannya cukup menerima telepon, membantu memesankan barang mereka karena kebanyakan dari mereka adalah lansia (entah kesulitan melakukan mobilitas atau adanya disabilitas yang dikombinasikan karena mereka adalah manusia tua dan renta). Simpel kan? Iya, 

ADA TAPINYA!

  • Jam kerja mengikuti jam amerika, jadinya kerja jam 21.00 - 06.00. Sangat mudah terkena penyakit radang karena jam tidur yang tidak normal serta 7 jam ngomong tanpa henti untuk melayani telepon ini. Potensi kena asam lambung juga bisa karena makan harus teratur, bayangkan harus tetap bangun jam 1 siang untuk makan karena kalo dilewatkan ya....terjadilah itu asam lambung. Padahal ngantuk berat, maunya tidur tapi harus bangun jam 1 siang demi makan kemudian selesai makan harus tidur kembali untuk mengejar waktu tidur yang rasanya gak pernah terpuaskan
  • Sistem Kontrak, ya sistem selamanya kamu adalah kontrak. Walaupun kontrak nantinya diperpanjang tapi pertengahan yang dijanjikan (misalnya 3 bulan), pada bulan kedua bisa saja kamu diberhentikan terkait performa kerja. Sistem penilaian kerjanya menjadi ketat dan cukup menyebalkan untuk dipenuhi. Kamu gak akan pernah tau tiba-tiba saja kontrakmu diputus dan hanya diberikan waktu 1-2 minggu untuk mencari kerjaan lain.
  • Namanya manusia pastinya kamu bisa menerima telpon yang menjadikan  samsak mereka. Marah-marah, sumpah serapah, mengutuk dirimu dan segala kehidupan. Bayangkan seberapa tidak beruntungnya dalam seminggu menerima telpon itu bisa jadi hanya sumpah serapah yang didapat. Sangat menguras energi dan kesehatan mentalmu ditambah posisi yang sudah sangat kekurangan tidur hanya menambah beban kepala dan mata yang sudah memohon untuk beristirahat lebih. Entah kamu hanya bisa menangis atau terburuknya memarahi balik si penelpon karena sudah muak (aku lebih sering rekan-rekanku bakal menggebrak meja atau berteriak frustasi kalo mendapatkan telepon yang menyebalkan)
Alasan besarku ada pada sistem kontraknya, sudah keadaan mentalku kena karena dimarahi terus-terusan belum kalut kepikiran kalo kontrakku diputus ditengah jalan. Menguras hati sekali.....
Tapi berkat pengalaman kerja ini, aku mendapatkan akses kerjaan yang serupa tapi aku masih kurang tau terkait kontrak kerjanya akan seperti apa yaah bisa saja menanyakan teman yang sudah kerja di perusahaan itu. 
Lucunya aku resign cukup tidak legowo karena walaupun kerjaan sangat tidak mengenakann dan dilema kontrak itu, lingkungan rekan kantornya sangat baik sekaliii. Sesama rekan kerja menjadi teman ngobrol, berkeluh kesah dari tiap customer yang aneh-aneh atau menyebalkan. Aku bahkan sering bermimpi masih ada di kantor tersebut, ngobrol dan hangout bersama dengan rekan kantor. Memori yang diingat adalah masa-masa mengobrol dengan mereka bukan masa saat bekerjanya wkwkwk (siapa juga yang mau mimpi bekerja ditelpon customer rese)

Resign di bulan febuari yang tak terasa sudah 2 bulan berlalu, sekarang kegiatanku layaknya orang linglung mau ngapain hahahaha. Aku merasa kesulitan mengatur diri sendiri untuk lebih baik dalam melatih atau memberikan tekanan agar aku semangat menghadapi masa depan yang bahkan aku merasa tidak bisa membayangkannya seperti apa.
Sebenarnya aku sudah tau mau ngapain untuk selanjutnya 
tapi
lucu sekali aku tidak bisa menekan diri sendiri agar termotivasi menjalankan rencana itu
sungguh tidak mengerti 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar