Rabu, 28 Agustus 2019

Rambling About Weathering With You (天気の子)

SPOILER WARNING
Akan membahas terkait inti cerita sampai akhir

Akhirnya nonton juga satu anime movie buatan Makoto Shinkai, sang maha agung yang juga membuat movie Kimi no Nawa/Your Name (君の名は). Kusendiri sebenarnya belum nonton Kimi no Nawa karena tak sempat dan kontroversialnya.....membuat ragu untuk nonton. Yak mari dibahas dari karakter-karakter yang ada di Weathering With You:

Image result for weathering with you

1. Hodaka Morishima
Seorang laki-laki berumur 16 tahun yang kabur dari kampung halamannya dengan alasan sesak berada disana (alasannya agak meh ya, pengen tau detail mengapa dia bener2 kabur). Perkiraan sih karena kampung halamannya hanya pulau kecil, membosankan, dan tidak memiliki arti besar jika terus disana. Pembawaan karakternya sangat polos dan terlalu gegabah saat bertindak, dilihat dari dia menyimpan pistol dan mengancam ke salah satu host man. Namun sifatnya yang pekerja keras dan terus membawakan kesenangan pada sekelilingnya cukup menyegarkan. Perannya di awal sangat ketutupan dengan Hina dan merasa dia tak begitu menonjol sampai bagian klimaks, dia menjadi penting.

2. Hina Amano

Seorang perempuan berumur 18 tahun (tapi bohong hahaha), aslinya berumur 15 tahun. Bersikap tangguh, kuat namun bertanggung jawab. Menyadari Hodaka kabur dari rumah, dia berbohong soal umurnya dan berkeinginan mendampingi Hodaka terutama tindakan gegabahnya yang kabur dari rumah serta membawanya pergi dari host man tanpa mendengar alasannya. Dia pun juga harus bertanggung jawab atas adiknya dan ingin menjaganya, tumbuh bersama walaupun ibunya telah tiada. Hina mendapatkan kekuatannya sebagai "Hare Onna" (Sunshine Girl) saat berdoa di kuil di gedung kosong, kekuatan doanya sangat tulus sehingga dewa memberikan kekuatan kepadanya dan menjadi "Hare Onna". Dialah peran utama dan sangat menonjol dibandingkan Hodaka diawal-awal, rasanya lebih bersimpati pada Hina dibandingkan Hodaka (iyalah)

3. Keisuke Suga

Seorang laki-laki yang menyelamatkan Hodaka sebelum jatuh ke laut, dia memberikan pekerjaan dan rumah sementara untuk Hodaka. Suga adalah orang yang tidak tegaan, iapun menolong Hodaka karena ia merasa sangat persis dengannya sewaktu kecil (sama-sama kabur dari rumah). Suga selalu keliatan santai, tegas (hanya pada Hodaka), dan selalu kabur dari masalah. Namun sikapnya ini terjadi atas meninggal istrinya, Asuka. Kecelakaan mobil pun terjadi dan meninggalkan Suga dengan anaknya, Moka. Nenek Moka merasa Suga tidak sanggup merawat Moka dan mengambil hak asuh anak Moka, merawatnya dan berusaha agar Moka tidak bertemu bapaknya. Kesedihan Suga sangat mengalir walaupun hanya sepotong kecil tapi dapat bersimpati dengan keadaannya hingga akhir film dia telah beranjak dengan baik dan dapat bertemu dengan Moka cukup sering.

4. Natsumi
Serorang wanita pengangguran dan sempat disangka wanita simpanan Suga oleh Hodaka yang ternyata dia adalah sepupu Suga sendiri. Dia sering membantu pekerjaan rumah untuk Suga dan menjadikan tempat nongkrongnya selama proses mencari kerja. Dia digambarkan periang, menyenangkan, dan bersikap seperti ibu saat memarahi Suga. Pembawaan karakternya sangat nyaman dan membuat ku senang atas sikapnya, sifat dan tindakannya selama cerita berlangsung. Paling seru saat dia marah-marah sendiri saat gagal mendapatkat pekerjaan (relateable) dan saat mengantarkan Hodaka serta kabur dari polisi.

5. Nagi Amano
Adik dari Hina sendiri, anak SD yang flirty dan nampaknya playboy. Anak yang menyenangkan, menyemangati Hina dan Hodaka. Menginginkan kebahagiaan kakaknya dibandingkan yang lain, karena kakaknya harus bekerja untuknya dan dia tidak bisa apa-apa karena dia hanyalah anak kecil. Peran kecil namun sangat mendukung perasaan Hodaka akan menyukai kakaknya, Hina. 

Minggu, 25 Agustus 2019

Anak Kecil

"Bolehkah aku keluar rumah?"
"Tidak, kau tidak boleh sendirian"
"Mengapa tidak boleh?
"Karena kamu hanya anak kecil"

Jumat, 23 Agustus 2019

Crucial 20s

Berumur 20 tahun dengan menjadi lulusan D3 univ ternama, sekiranya mungkin suatu hal yang membanggakan karena :
  1. Lulus tepat waktu
  2. IPK diatas 3
  3. Lulus dari univ negeri ternama
Tapi tak kurasakan rasa membanggakan itu di dalam hatiku. Hati dan pikiran merasakan bahwa dengan memegang gelar ini dan nama universitas hanyalah memberikan beban yang berat pada diri sendirid dengan ekspetasi orang-orang.


"Wah dia lulusan Univ ini, pasti pinter dan beretika"  

"Skillnya pasti oke untuk bekerja"

"Sombong nih pasti ni anak, katanya anak-anak Univ ini suka pamer"

"Hidupnya enak karena mudah dapet koneksi"

"Bersikaplah seperti lulusan orang pinter"


Tidak bisa......
yang kurasakan hanyalah beban. Semua ini bohong, aku tidak menggambarkan seperti apa yang kalian ekspetasikan. Aku hanya manusia yang masih banyak kekurangan, aku telah banyak melakukan hal-hal tidak penting saat masa kuliah.

Selama kuliah aku banyak santai, tidak mencoba mendalami hobbiku, tidak mencoba banyak organisasi, dan tidak mengeksplorisasi hal baru. Aku sangat takut dengan hal baru tapi kujuga terisolasi dengan keadaan rumah. Dimana aku harus pulang setiap seminggu sekali, tidak adanya kebebasan untuk melakukan hal yang kusuka. Kegiatan pun kebanyakan diadakan pada hari sabtu dan minggu tapi aku harus pulang dan melakukan pekerjaan rumah.

Kebebasanku direnggut, aku hanya bisa marah sepanjang di rumah, terus-terusan berantem dengan orangtua karena tidak ada kebebasan. Aku dituduh banyak jalan-jalan dan melakukan hal tidak berguna, atas tuduhan ini akupun semakin malas melakukan kegiatan yang menghabiskan waktu karena kalau ujungnya saja aku terhalang oleh keinginanan orangtua untuk pulang ke rumah dibandingkan melakukan kegiataan perkuliahan. Iya, aku lemah tidak berani mencoba hal baru dan terus menyalahkan keadaanku dengan orang tua tapi alasanku untuk manut pada mereka hanyalah mencari aman untuk tidak dihina, dikata-katai tidak senonoh.